PENGANEKARAGAMAN PRODUK
Rimpang temulawak sebagian besar digunakan untuk bahan baku obat, produknya berupa minyak temulawak, oleoresin, pati, instant, zat warna kuning, beberapa jenis makanan, minuman, dan minyak atsiri.
USAHATANI
Untuk memperoleh hasil yang optimum dengan usahatani yang menguntungkan, faktor-faktor yang mempengaruhi di dalam teknologi budidaya perlu diperhitungkan. Berikut analisis usahatani temulawak
dengan teknologi budidaya anjuran Balittro.
Ratio biaya dengan pendapatan atau benefit cost ratio (B/C)
B/C merupakan salah satu cara untuk mengukur kelayakan usaha temulawak. B/C merupkan pembanding antara hasil penjualan dengan total pengeluaran biaya produksi, B/C usahatani temulawak = 1,52.